- Tiada kata sembah kasih di hamparan ciptaan-Nya, tiada kata seagung makna di samudera cinta-Nya. Cinta putih karena Allah sesungguhnya lahir dari ketulusan jiwa. Ia telah terbebaskan dari nafsu, egoisme pribadi & ambisi keduniawan, sebagaimana gelora cintanya kaum Anshor kepada kaum Muhajirin.
- Masa lalu adalah masa lalu, kita tidak bisa menghilangkannya dengan mutlak yang terpenting adalah apa yang kita lakukan pada hari ini dan hari yang akan datang.
- Persahabatan cermin ketulusan cinta, ia adalah janji hati ikrarnya begitu hening tak pernah tertulis, tak terputus karena jarak, tak berubah karena waktu.
- I see trees of green, red roses too I see them bloom for me and you and I think to myself what a wonderful world.
- When you love someone, you love all of them. Not just the good parts, but the bad ones too.
- Oh yes, the past can hurt. But, you can either run from it or, learn from it.
Selasa, 22 November 2011
Quotes
Kamis, 08 September 2011
Perkembangan IT di Indonesia
Peran IT semakin penting pada saat ini dikarenakan kita sudah memasuki era informasi (information age). Pada mulanya penulis sendiri tidak percaya bahwa kita sudah memasuki era ini, dimana informasi merupakan komoditi yang sangat penting. Penulis pada mulanya berpendapat bahwa hal ini terlalu dibesar-besarkan dan itu hanya berlangsung di luar negeri saja dimana semuanya serba otomatis. Ternyata beberapa kejadian membuat mata penulis terbuka. Beberapa contoh cerita berikut ini diharapkan dapat membuka mata para pembaca sekalian.
Jika anda pergi ke stasiun kereta api Bandung atau Jakarta dan anda ingin membeli karcis kereta api, maka anda harus antri di loket penjualan karcis kereta api yang sudah computerized. Suatu saat sistem penjualan kereta api ini tidak berfungsi sehingga karcis dijual tanpa nomor tempat duduk. Dapat anda bayangkan yang terjadi di atas kereta api, kekacauan. Masalahnya ada yang sudah pesan tempat sebelumnya dan mendapat nomor tempat duduk, sementara ada yang membeli karcis tanpa nomor tempat duduk (karena komputer rusak). Informasi tentang nomor-nomor tempat duduk ini tidak dapat diakses oleh penjual karcis, sehingga terjadi kekacauan.
Untuk melihat betapa kepemilikan informasi merupakan sebuah hal yang penting dapat juga kita lihat dalam kasus ekonomi dan politik yang sedang berlangsung saat ini. Siapa yang memiliki informasi akan dikejar-kejar terus (baik atau buruk?). Bagi media masa yang mendapatkan informasi terdahulu dan menerbitkannya akan memperoleh keuntungan dari larisnya penjualan surat kabar, majalah atau tabloidnya. Bahkan di jalanan ada orang yang menjual fotocopyan dari berita-berita yang ada di surat kabar, majalah, atau tabloid.
Di lingkungan bisnis, insider information merupakan suatu hal yang sangat berharga yang jika digunakan secara tidak benar dapat menimbulkan masalah. Data-data nasabah di sebuah bank dan data-data lainnya merupakan informasi yang sangat dijaga kerahasiaannya.
Kesemua cerita di atas dan masih banyak cerita lainnya (terutama yang di luar negeri) menunjukkan betapa pentingnya informasi dan sebenarnya kita sudah berada di era informasi. Hal ini perlu kita sadari sehingga pola bisnis yang kita jalankan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Jangan sampai kita menjalankan bisnis masih dengan konsep jaman batu yang akhirnya membuat kita ketinggalan.
Kita dapat mengatakan bahwa dengan adanya IT kita memperoleh sesuatu yang lebih efektif untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang mendapat tugas membuat karya ilmiah. Sebelum adanya komputer, karya ilmiah harus diketik dengan mesin tik, hal ini kurang praktis karena jika terjadi kesalahan penulisan kata maka seluruh halaman harus dibuang dan diketik ulang. Tetapi dengan kehadiran komputer, karya ilmiah dapat diketik dengan menggunakan software yang telah disediakan (MS Word misalnya), hasil ketikan dapat dilihat terlebih dahulu, sehingga kalau ada kesalahan dapat diperbaiki kemudian barulah dicetak. Dari sini tampak jelas bahwa IT memberikan kemudahan bagi kita.
Tidak hanya itu, jika seorang siswa memerlukan data atau informasi mengenai peristiwa yang paling aktual, ia cukup mengakses internet dan mencari topik yang ingin diketahuinya. Di internet segala macam informasi tersedia, mulai dari hal-hal yang paling “gres” hingga hal-hal yang sudah menjadi sejarah, semuanya ada di sana . Dengan demikian kita dapat melakukan penghematan, kita tidak perlu membeli surat kabar setiap hari atau menyalakan televisi untuk menonton berita saja, di mana ada koneksi internet kita dapat mencari berita-berita yang aktual.
Akan tetapi, perkembangan IT juga mempunya dampak negatif, seperti banyaknya situs porno tersebar di dunia 'maya', tentunya akan mempengaruhi anak2 dan remaja di negara kita. Ternyata perkembangan teknologi ada dampak negatif nya juga yah.
Jika anda pergi ke stasiun kereta api Bandung atau Jakarta dan anda ingin membeli karcis kereta api, maka anda harus antri di loket penjualan karcis kereta api yang sudah computerized. Suatu saat sistem penjualan kereta api ini tidak berfungsi sehingga karcis dijual tanpa nomor tempat duduk. Dapat anda bayangkan yang terjadi di atas kereta api, kekacauan. Masalahnya ada yang sudah pesan tempat sebelumnya dan mendapat nomor tempat duduk, sementara ada yang membeli karcis tanpa nomor tempat duduk (karena komputer rusak). Informasi tentang nomor-nomor tempat duduk ini tidak dapat diakses oleh penjual karcis, sehingga terjadi kekacauan.
Untuk melihat betapa kepemilikan informasi merupakan sebuah hal yang penting dapat juga kita lihat dalam kasus ekonomi dan politik yang sedang berlangsung saat ini. Siapa yang memiliki informasi akan dikejar-kejar terus (baik atau buruk?). Bagi media masa yang mendapatkan informasi terdahulu dan menerbitkannya akan memperoleh keuntungan dari larisnya penjualan surat kabar, majalah atau tabloidnya. Bahkan di jalanan ada orang yang menjual fotocopyan dari berita-berita yang ada di surat kabar, majalah, atau tabloid.
Di lingkungan bisnis, insider information merupakan suatu hal yang sangat berharga yang jika digunakan secara tidak benar dapat menimbulkan masalah. Data-data nasabah di sebuah bank dan data-data lainnya merupakan informasi yang sangat dijaga kerahasiaannya.
Kesemua cerita di atas dan masih banyak cerita lainnya (terutama yang di luar negeri) menunjukkan betapa pentingnya informasi dan sebenarnya kita sudah berada di era informasi. Hal ini perlu kita sadari sehingga pola bisnis yang kita jalankan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Jangan sampai kita menjalankan bisnis masih dengan konsep jaman batu yang akhirnya membuat kita ketinggalan.
Kita dapat mengatakan bahwa dengan adanya IT kita memperoleh sesuatu yang lebih efektif untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang mendapat tugas membuat karya ilmiah. Sebelum adanya komputer, karya ilmiah harus diketik dengan mesin tik, hal ini kurang praktis karena jika terjadi kesalahan penulisan kata maka seluruh halaman harus dibuang dan diketik ulang. Tetapi dengan kehadiran komputer, karya ilmiah dapat diketik dengan menggunakan software yang telah disediakan (MS Word misalnya), hasil ketikan dapat dilihat terlebih dahulu, sehingga kalau ada kesalahan dapat diperbaiki kemudian barulah dicetak. Dari sini tampak jelas bahwa IT memberikan kemudahan bagi kita.
Tidak hanya itu, jika seorang siswa memerlukan data atau informasi mengenai peristiwa yang paling aktual, ia cukup mengakses internet dan mencari topik yang ingin diketahuinya. Di internet segala macam informasi tersedia, mulai dari hal-hal yang paling “gres” hingga hal-hal yang sudah menjadi sejarah, semuanya ada di sana . Dengan demikian kita dapat melakukan penghematan, kita tidak perlu membeli surat kabar setiap hari atau menyalakan televisi untuk menonton berita saja, di mana ada koneksi internet kita dapat mencari berita-berita yang aktual.
Akan tetapi, perkembangan IT juga mempunya dampak negatif, seperti banyaknya situs porno tersebar di dunia 'maya', tentunya akan mempengaruhi anak2 dan remaja di negara kita. Ternyata perkembangan teknologi ada dampak negatif nya juga yah.
Rabu, 15 Juni 2011
Tips Menjadi Pribadi Yang Tegar
Gunakan jaringan dukungan yang Anda miliki.
Orang yang bahagia & tegar tidak harus menghadapi segala sesuatunya sendirian, namun mereka cenderung memohon pertolongan.
Kapan pun dan dimana pun, jika mungkin manfaatkan humor dan tawa untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda agar tetap dalam sikap positif.
Dengan segala upaya, belajarlah yang berguna dari pengalaman, tapi jangan berkutat pada masa lalu - terutama pada hal-hal yang tak bisa diubah.
Terapkan strategi berpikir yang berguna dan lakukan apa saja yang Anda bisa untuk tetap bisa berpengharapan dan optimis akan masa depan.
Jangan terlalu larut dalam duka, tapi tetaplah berimbang dalam memandang masalah.
Rawatlah kesehatan anda dan pastikan anda cukup tidur dan istirahat.
Terima kenyataan bahwa dunia memang tidak sempurna dan terimalah adanya perubahan.
Jangan keluar dari maksud, arah, dan tujuan serta mimpi-mimpi Anda.
Jangan berhenti mengupayakan pencapaian tujuan Anda.
Cobalah untuk belajar lebih banyak tentang diri Anda dan fokuslah pada hal-hal positif yang Anda miliki dan yang ada di dunia.
Orang yang bahagia & tegar tidak harus menghadapi segala sesuatunya sendirian, namun mereka cenderung memohon pertolongan.
Kapan pun dan dimana pun, jika mungkin manfaatkan humor dan tawa untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda agar tetap dalam sikap positif.
Dengan segala upaya, belajarlah yang berguna dari pengalaman, tapi jangan berkutat pada masa lalu - terutama pada hal-hal yang tak bisa diubah.
Terapkan strategi berpikir yang berguna dan lakukan apa saja yang Anda bisa untuk tetap bisa berpengharapan dan optimis akan masa depan.
Jangan terlalu larut dalam duka, tapi tetaplah berimbang dalam memandang masalah.
Rawatlah kesehatan anda dan pastikan anda cukup tidur dan istirahat.
Terima kenyataan bahwa dunia memang tidak sempurna dan terimalah adanya perubahan.
Jangan keluar dari maksud, arah, dan tujuan serta mimpi-mimpi Anda.
Jangan berhenti mengupayakan pencapaian tujuan Anda.
Cobalah untuk belajar lebih banyak tentang diri Anda dan fokuslah pada hal-hal positif yang Anda miliki dan yang ada di dunia.
Sumber: I'm Happy 100 Cara Bahagia bagi Orang Sibuk, Tomothy J. Sharp, RAS
Rabu, 20 April 2011
How To Make Friends
1. Spend more time around people. If you want to make friends, you first need to put yourself out there somehow. Friends seldom come knocking on your door while you sit at home watching TV.
2. Talk to people. You can join a club, go to school, or go to church, and you still won't make friends if you don't actually talk to people. By the same token, you don't have to be involved with an organization to talk to people, and any time you talk to someone, you have a chance at making a lasting friend. You can talk to anybody: the clerk at the video store, the person sitting next to you on the bus, or the person in front of you on the lunch line. Don't be too picky. Most conversations will be a dead-end of sorts---when you may never talk to that person again, or you just remain acquaintances--but once in a while you'll actually make a friend.
3. Introduce yourself towards the end of the conversation. It can be as simple as saying "Oh, by the way, my name is...". Onece you introduce yourself, the other person will typically do the same. Remember his or her name.
4. Initiate a get-together. You can chat your heart out but it won't get you a friend if you don't open up the opportunity for another conversation or meeting. This is especially important if you meet someone who you aren't otherwise likely to meet again. Seize the day!
5. Be a good friend. Once you've started spending time with potential friends, remember to do your part (i.e. initiating some of the activities, remebering birthdays, asking how the other person is feeling) or else the friendship will become unbalanced and an uneasiness or distance is likely to arise.
6. Choose your friends wisely. As you be friend more people, you may find that some are easier to get along with than others. While you always give people the benefit of the doubt, sometimes you realize that certain friendship are unhealthy, such as if a person is obsessively needy or controlling towards you, constantly critical, or introducing dangers or threats into your life. If this is the case, ease your way out of the friendship as gracefully as possible. Preoccupy yourself with other things, such as a new volunteer opportunity, so that you can honestly say that you don't have enough time in your schedule to spend time with them (but don't subtitute their time for time with other friends; they may notice and become jealous, and more drama will ensue). Cherish those friends you make who are a positive influence in your life, and do your best to be a positive influence in theirs.
http://www.wikihow.com/make-Friends
Rabu, 06 April 2011
10 Tindakan Menuju Ketekunan
1. Dahulukan kerja prioritas tinggi
2. Konsentrasikan waktu & tenaga anda kepada 20% dari kegiatan anda, kontak-kontak anda dan konsep- konsep yang telah terbukti paling produktif bagi anda di masa lampau
3. Bilamana anda membuat perubahan dalam hidup anda, dari cara sekarang anda melakukan sesuatu, harapkan suatu penurunan sementara dalam produktivitas & efisiensi
4. Jika anda gagal pertama kalinya, cobalah lagi. Kalau gagal kedua kalinya, dapatkan lebih banyak umpan balik mengapa anda gagal. Jika gagal ketiga kalinya mungkin anda melihat terlalu tinggi untuk sekarang. Tentukan sasaran anda agak dekat
5. Usahakan untuk secara teratur berhubungan dengan orang-orang dengan sasaran yang serupa
6. Jika anda terhalang atau menemui jalan buntu dengan suatu masalah, ubahlah lingkungan dan suasana hati anda
7. Selalu harapkan sesuatu yang tak terduga
8. Setelah anda memperoleh pengetahuan umum dalam suatu bidang atau subyek, pusatkan perhatian untuk belajar satu segi dengan baik
9. Bersikaplah jujur dan logis kalau anda mendekati masalah-masalah anda
10. Lakukan lebih banyak daripada yang diminta & sumbangkan lebih banyak daripada yang diperlukan
Sumber: Benih-benih kebesaran, Denis Waitley, Binarupa Aksara
Sabtu, 02 April 2011
Duka Jendela
Dua orang pasien dirawat dalam sebuah kamar rumah sakit. Di kamar itu hanya ada satu jendela. Adi yang menderita penyakit paru-paru kronis menempati ranjang dekat jendela. Setiap siang ia boleh duduk satu jam untuk mengeringkan cairan dari paru-parunya. Sementara Joni penghuni ranjang lain, harus berbaring sepanjang waktu akibat penyakit saraf punggung. Setiap hari mereka saling menghibur dengan bertukar cerita serta pengalaman hidupnya masing-masing.
Setiap kali Adi duduk menghadap jendela, ia selalu menceritakan apa saja yang dilihatnya di luar sana kepada rekan sekamarnya. Bahwa jendela itu menghadap taman di tepi danau. Ait danau yang jernih itu sesekali berpendar-pendar indah lantaran gerakan kaki-kaki kawanan angsa yang berenang hilir mudik. Sambil memejamkan matanya Joni membayangkan betapa indahnya pemandangan itu. Setiap hari cerita selalu berganti-ganti, sehingga Joni amat terhibur. Mengapa hanya temannya saja yang boleh melihat indahnya dunia, sementara dirinya tergolek tak berdaya. Ini tidak adil!
Sejak saat itu hari demi hari pikiran Joni dihantui rasa iri. Ia bertekad suatu saat harus berada di dekat jendela. Malam itu Adi batuk-batuk. Cairan bercampur darah keluar dari mulut dan hidungnya. Napasnya terengah menahan sakit. Di keremangan malam, Joni melirik betapa sang teman sedang bertarung melawan maut. Toh, si Joni tak tergerak sedikit pun meraih tombol belnya untuk memanggil perawat. Padahal, ia bisa melakukan. Tidak sampai lima menit bunyi batuk-batuk hilang. Suasana kamar yang gelap itu senyap.
Pagi hari, perawat terkejut mendapati Adi sudah tidak bernyawa. Joni lemudian minta ranjangnya dipindah ke dekat jendela. Siang itu, sambil menahan separuh badannya dengan siku Joni berusaha mendongakan kepala menengok ke jendela. Keinginannya tercapai, melihat dunia luar yang selama ini hanya dibayangkan. Apa yang tampak? Ternyata hanya sebidang tembok lusuh. Penasaran ia bertanya kepada perawat, mengapa Adi bisa mereka-reka aneka macam cerita dari jendela ini. "Bapak tahu enggak? Sesungguhnya, Pak Adi itu buta. Barangkali ia sengaja melakukannya untuk menghibur Anda."
Sumber: Intisari, Okober 2004 - Penerbit: PT Intisari Mediatama.
Sabtu, 26 Maret 2011
Selamat Tinggal Pluto
Mulai Kamis (24/08/2006) jangan pernah terpeleset mengucapkan planet Pluto. Karena sejak hari itu, Pluto sudah tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet. Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) ke-26 di Praha, Republik Ceko, yang berakhir 25 Agustus 2006, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di tata surya kita. Mulai saat itu, anggota tata surya hanya terdiri atas delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Keputusan mengeluarkan Pluto merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yaitu mengorbit Matahari, berukuran cukup besar, sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut). Definisi tersebut merupakan definisi universal pertama tentang planet sejak istilah planet dikenal di kalangan astronom.
Berdasarkan definisi baru tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus. Pluto kemudian masuk dalam keluarga baru yang disebut planet kerdil atau planet katai (dwarf planets). Keluarga ini beranggotakan Pluto dan benda-benda langit lain di tata surya yang mirip dengan Pluto, termasuk di dalamnya asteroid terbesar Ceres, satelit Pluto, Charon, dan beberapa benda langit lain yang baru saja ditemukan.
Sumber: Dikutip seperlunya dari Kompas, 27 Agustus 2006.
Langganan:
Postingan (Atom)
