Sabtu, 19 Juli 2014

Rasa


Dan aku baru sadar, aku belum sepenuhnya menghilangkan ‘rasa’ itu, masih pada dia yang bisa dibilang the first time nya aku 'deket' sama someone, haha. Aku pikir aku udah hilang rasa sama dia, ternyata itu hanya sesaat, dan  kini rasa itu masih ada, walau tak sebanyak dulu, tapi serpihan-serpihan rasanya tuh masih tersusun rapi di sini. Haha. Senyum, kalau ingat kenangan manisnya itu. Bête, kalau ingat hal-hal menyakitkan itu. Dia baik, mengagumkan, dan rasa aku ke dia itu ya beda sama rasa aku ke temen cowo lainnya. You know what, lah. Tapi, mengapa dia begitu? Sadarkah dirimu? Kau telah melukai berapa hati para perempuan yang sudah pernah singgah di hatimu? Sudah berapa banyak perempuan-perempuan itu? Kenapa kamu begitu mudah berpaling? Sedangkan perempuan yang kamu tinggalkan itu dengan mudahnya begitu menyayangimu dan sangat sulit menghilangkan rasa itu. Begitu punya daya tarikkah dirimu? Jadi, sebenarnya siapa di antara perempuan-perempuan itu yang akhirnya menjadi tempatmu kembali? Yang pada akhirnya kamu menemukan sosok yang benar-benar special bagimu. Akankah dia yang katamu ada dalam doa untuk dijadikan jodoh denganmu? Mungkinkah aku? Haha. Tapi, aku ingin menghilangkan rasa ini, aku ingin rasaku padamu itu seperti rasa seorang teman biasa, bukan rasa seperti ini. Aku sudah biasa sakit hati, tapi aku tidak ingin merasakan hal itu berkali-kali dan sering, jangan sampai. Kapan aku bisa menghilangkan rasa ini? Walau pada akhirnya tidak mungkin rasa itu akan hilang sepenuhnya, karena pasti membekas.. dan, aku jadi malas untuk punya rasa ini terhadap orang lain, seperti ada rasa khawatir yang berlebih. Ingin menutup hati untuk hal seperti ini, boleh? Ah tapi suatu saat nanti, aku akan mendapatkan kisah mengenai hal ini yang indah ko, entah tetap denganmu, dengan yang lebih baik darimu, atau entah dengan siapa. Yang pasti, rencana Allah itu selalu mengesankan. Yang penting, aku harus memperbaiki diri, biar dapat yang terbaik di antara yang baik. Hehe. Oke, maaf.lebay yah, hehe.. :)

Selasa, 31 Desember 2013

Last Day in 2013

     Haiiiii, hari terakhir di tahun 2013 nih :D
     Bagaimana kesan kalian di tahun 2013 inii? Kesanku, 2013 itu 'awesome'! :D
2013 penuh kenangan yang tak terlupakan, baik itu manis ataupun pahit, yaa semuanya nano-nano, manis asem asin rame rasanya , hehe..
     Dimulai dari awal Januari 2013, sibuk ngurusin sertijab osismpk periode 2013, sibuk ngurusin pensi awal tahun, dan peringatan maulid nabi (jadi ketua panitia, first time bangetlah itu,haha). Januari yang melelahkan tapi seruuuu :)
     Bulan-bulan berikutnya yaa seperti itu lah, disibukkan oleh tugas-tugas sekolah, event-event osis seperti Libasa, perpisahan informal & formal, hiking, yaa seperti itu :D Sering pulang malem gara2 persiapan acara, rapat, dan lainnya. Cape sih, tapi asik aja ngejalanin semua itu :D karena proses nya itu yang penuh pelajaran hidup & kenangan-kenangan..
     Hmm, di tahun ini juga aku gabung di Forum Osis Mpk Purwakarta (FOMPA), sekitar bulan Maret-April sibuk dengan pemilihan ketua & pelantikan fompa. Seru aja sih :)
     Di tahun ini juga aku bertemu dengan 2 orang yang mengagumkan, yang satu punya 'innerhandsome' yang satu lagi punya daya tarik yang entah mengapa telah menarik hatiku oleh magnetnya, haha.. Sempat tidak dipertemukan dalam jangka waktu yang lama, berbulan-bulan.. Tapi akhirnya takdir Allah mempertemukanku dengan 2 orang itu lagi.. Dalam waktu yang berurutan pula, gimana ga sosweet kan rencana Allah itu? :)
     Yaa, walaupun aku sadar diri, aku tuh ga ada apa-apanya untuk bersanding (apabanget bahasanya bersanding haha) dengan salah satu di antara mereka, tapi aku tetap saja mempertahankan rasa ini, walaupun banyak sakitnya sih, haha.. Jadi, aku mau ke siapa? Si orang pertama atau kedua? Oh tidak, dua-duanya sungguh mengagumkan dan punya kelebihan tersendiri.. Sudahlah, gaje yaa ngebahas kayak gini :D hehe..
     Di tahun 2013 ini, aku lebih dekat dengan teman sekelasku Nabel, Maya, Juwi.. Aku nyaman bersama mereka, bisa dibilang 'klop' lah :D
     Aku pun dipertemukan dengan sahabat baru, tajmadinevear di bulan Juli, yaa aku bangga punya mereka :)
     Di tahun ini juga sering terjadi salah paham antara Aku, Ama, dan Fitri.. Maaf ya pitt, aku ga pernah ngelupain pitli dan kenangan yg pernah kita lewatin bersama, ko :) Fitri sama Ama tetep sahabat aku :)
     Sahabat-sahabat '7 friends' (temen2 deket di kelas 8b) juga masih selalu ada untukku, yaa memang jarang komunikasi tapi hubungan kita tetap baik :)
     Anak-anak golput juga, walaupun udah pisah kelas, dan hanya 'say hello' kalau bertemu, tapi mereka juga teman terbaik yg pernah aku temuin, tepatnya waktu kelas 10. Walaupun di tahun ini tidak sedekat dulu :)
     Hmm.. Apalagi yaa? Di bulan Oktober-November, disibukin sama acara A3 sejabar, cape juga sih, tapii seru dan aku senang menjalani semua itu :D Rame, senang bisa kenal dengan rekan-rekan Forum Osis Jawa Barat - FOJB..
     Yaa pokonya, mulai dari kehidupan di rumah, masalah keluarga, kesibukan sekolah, osis, dan lainnya telah kulewati di tahun 2013 ini.. Semuanya penuh kenangan, dan aku bersyukur aku telah bisa melewati itu semua.. Karena, apa yang telah terjadi pada perjalanan hidupku ini adalah rencana Allah yang -selalu- mengesankan :) {}

-TAP-

Rabu, 18 Desember 2013

Tak Terduga

     Siang hari yang indah, saat aku sedang berbincang-bincang dengan temanku.. Saat itulah tiba-tiba sosokmu muncul di hadapanku.. Tak terduga. Saking tidak percayanya, aku hanya bisa memasang muka polos yang tak menyangka bahwa itu benar kamu. Gugup, salah tingkah, dan aku jadi gelagapan saat melanjutkan perbincangan dengan temanku. Sungguh tak di sangka, setelah sekian lama akhirnya aku melihat sosok itu lagi, ya, kamu.. Betapa bahagianya hatiku saat itu, tapi sayangnya kita hanya dipertemukan dalam waktu yang singkat. Kamu diajak pergi oleh temanmu, ahh padahal baru saja aku ingin memandang sosokmu dengan hikmat, tetapi kamu pergi begitu saja..
     Tak lama kemudian, rinai hujan turun membasahi bumi, tercium aroma aspal yang tersirami air hujan.. Hening. Aku hanya bisa terdiam dan meratapi hujan yang turun begitu derasnya.. Aku masih saja memikirkan sosok itu, yang sudah lama ku rindukan. 30 menit kemudian hujan mulai reda, dan kamu kembali muncul dihadapanku lagi. Kali ini aku bisa memandangmu lebih lama dari sebelumnya. Aku tersenyum melihatmu yang sedang berjalan bergegas untuk pergi -lagi-. Kenapa pertemuan ini begitu singkat? Senang bisa bertemu denganmu, sedih karena hanya sekilas. Tapi, aku harus tetap bersyukur. Ini semua tak terduga. Ini adalah rencana Allah yang paling mengesankan.. :)

Minggu, 15 Desember 2013

Maudy Ayunda - Biar Ku Simpan Rasa Ini

Ku tahu belum cukup umurku 
Tuk bisa mengerti tentang cinta 
Ku tahu memang belum waktunya 
Ku akui jujur saja ada rasa suka pada dirimu

Biar ku simpan rasaku ini 
Walau entah sampai kapan nanti
 Biar ku nikmati rasa ini 
Ku tak perlu engkau tahu bahwa aku suka padamu

Ku ingin ungkapkan dalam lagu 
Tuk lukiskan segala isi hatiku 
Terserah orang mau bilang apa 
Ku memang masih remaja dan memang belum dewasa

Biar ku simpan rasaku ini 

Walau entah sampai kapan nanti 
Biar ku nikmati rasa ini 
Ku tak perlu engkau tahu bahwa aku suka padamu

Tak mau ku nyatakan cintaku 

Semua bilang ku harus menunggu

Biar ku simpan rasaku ini 

Walau entah sampai kapan nanti 
Biar ku nikmati rasa ini 
Ku tak perlu engkau tahu (bahwa aku suka padamu)

Biar ku simpan rasaku ini 

Walau entah sampai kapan nanti 
Biar ku nikmati rasa ini 
Ku tak perlu engkau tahu bahwa aku suka padamu (suka padamu) suka padamu

Iklan

Haiiii...
Lagi iseng nih buka blog, lihat-lihat postingan yang jadul-jadul... Dan nemuin beberapa postingan semacam puisi gitu.. Ko pengen ngakak yaa, aduhh itu kata-katanya ga nahan =)) Ko aku bisa ya bikin kayak gitu? Tahun 2011, sekitar 2 tahun yang lalu. Berarti waktu kelas 10, waktu itu lagi suka sama orang. Hmmm siapa ya?? *lupa. Hmm... Oiya inget! Haha, dasar yaa... Meuni lebay gitu kata-katanya... Padahal hanya sekedar suka, sekilas, hahaha... Dan sekarang aku udah lupa :D

Udah,, cuma mau numpang lewat :D #gaje

Kamis, 20 Desember 2012

Sikap

Bagaimana agar kamu merasa mantap terhadap dirimu sendiri? Kunci untuk menghadapi semua perubahan yang terjadi dan kesan orang lain adalah sikap. Kalau kamu merasa nggak pede dengan penampilanmu, kamu mungkin bakal merasa demikian pula dengan segala aspek dalam dirimu. kalu kamu bisa menerima penampilanmu, kamu juga akan merasa mantap terhadap dirimu sendiri dalam bidang-bidang lain.
     Meskipun seseorang mudah saja mengatakan "Berpikirlah positif", tapi untuk melakukannya nggak selalu mudah. Kadang-kadang kamu bakal merasa kecewa terhadap dirimu sendiri atau merasa sedih dengan hidup yang kamu jalani. Emosimu mungkin bakal berubah-ubah naik-turun-hari ini gembira, besok bete- dan di masa remaja ini, mungkin kamu merasakan hal ini lebih sering dibandingkan sebelumnya. Kadang-kadang masalah bakal tampak begitu pelik. Tentu saja ini nggak benar. Tapi, kalau kamu belum pernah mengalami hal ini sebelumnya, semuanya tampak seperti masalah hidup atau mati.
     Para remaja, sayangnya, kadang-kadang diolok-olok karena penampilan fisik mereka. Kalau ada yang mengolok-olokmu, yakinkan dirimu sendiri bahwa merekalah yang bermasalah. Mereka kurang sensitif. Cuekin saja kata-kata mereka. Orang-orang yang mengolok-olokmu mendapatkan kepuasan hanya bila kamu bereaksi secara emosional atau merasa sedih.

Sumber : Buku 'I <3 Me'

Ini Bukan Salahku

Setiap kali kamu membuat keputusan, kamu harus siap dengan risiko masalah yang mungkin timbul. Mustahil kamu bisa yakin seratus persen segalanya bakal berlangsung sesuai rencana. Suatu kejadian yang menimpa seseorang bisa mengacaukan segalanya. Atau mungkin muncul masalah lain yang lebih serius dan membutuhkan perhatian dengan segera.
     Kadang-kadang kamu akan gagal. Kita semua pernah mengalaminya. Jangan biarkan hal itu menyebabkan kamu berhenti berusaha memecahkan masalah pada waktu-waktu mendatang.
     Nggak ada manusia yang sempurna. Kebanyakan orang menyadari hal itu, tapi hanya sedikit yang mau mengakui kesalahannya kalau dia gagal. Sebagian ingin memaksakan kesalahan kepada orang lain karena banyak orang yang berpikir bahwa kegagalan sama dengan ketidakcakapan. Itu nggak benar. Setiap pribadi sukses di muka bumi ini pernah gagal. Babe Ruth adalah salah seorang pemukul home run terhebat yang pernah ada di muka bumi ini. Dia melakukan 714 pukulan home run. Dia juga melakukan strike out (pukulan yang gagal) sebanyak 1.330 kali, salah satu rekor total strike out tertinggi dalam sejarah. Apakah Babe seorang pecundang? Tidak. Dia sering kali gagal melakukan pukulan, tapi dia masih menjadi pemain bisbol yang jempolan. Demikian juga, kamu mungkin gagal dalam beberapa hal dan masih bisa menjadi orang sukses.
     Ada perbedaan mencolok antara gagal dan menjadi pecundang. Orang-orang sukses meraih kesuksesan karena mereka memiliki kepercayaan diri, menetapkan sasaran yang bisa dicapai, dan memiliki keberanian untuk tetap mencoba. Yang paling penting, mereka nggak menyalahkan orang lain. Alih-alih, mereka mengevaluasi kesalahan dan membuat perubahan yang diperlukan. Lalu mereka mencoba dan mencoba lagi.
     Memiliki keberanian untuk membuat keputusan sendiri adalah suatu tanda kedewasaan. Prestasi dalam segala hal-di sekolah, di rumah, persahabatan, karier-adalah buah dari kerja ekstra-keras dan belajar dari kesalahan yang pernah kamu buat. Kalau kamu membuat suatu keputusan dan segalanya nggak berjalan sesuai dengan yang kamu rencanakan, tanyai dirimu dua hal yang sangan penting. Pertanyaan pertama adalah "Apa penyebab kegagalan rencana ini?" Pertanyaan kedua adalah "Apa yang seharusnya kulakukan?"
     Cermati perilakumu sendiri; jangan menuding dan menyalahkan orang lain atas apa yang telah terjadi. Mungkin kamu nggak cukup mengerti masalah yang kamu hadapi, atau mungkin masalah tersebut lebih kompleks dari yang kamu kira. Mungkin kamu terlalu bergantung pada perkiraanmu tentang apa yang mungkin dilakukan orang lain. Mungkin opsi yang kamu gali nggak cukup banyak. Pokoknya, ingat: Suatu kegagalan memberimu kesempatan untuk meningkatkan diri di masa-masa mendatang. Itu nggak menjadikanmu seorang pecundang.

Sumber: Buku 'I love Me'